Fly Indonesia

  Versi Indonesia     English version

MISSION STATEMENT

To build a community of Indonesian biomedical scientists who make use of the genetic invertebrate model organism Drosophila melanogaster.  

RATIONALE
Indonesia needs to further develop its potential in the field of science and technology, and this includes fundamental research [LINK1] [LINK2]. The Jakarta office of the UNESCO defines as two of its key goals to “promote capacity-building in the basic sciences for sustainable development through international cooperation, networking and training, emphasising inter-disciplinary interactions across the basic and applied sciences” and to “enhance public science and technology literacy through the promotion of science education for all” (UNESCO Jakarta).
In order to facilitate capacity-building in the biomedical sciences, the “Fly Indonesia” initiative follows the examples of two projects, “TReND in Africa” and “DrosAfrica“, who successfully use simple model organisms, such as the fruit fly Drosophila melanogaster, as efficient and affordable vehicles to facilitate: (1) training of scientists and educators, (2) improvements to the science curriculum and (3) opportunities to carry out high quality research.

WHY USING FLY?
As is explained in greater detail elsewhere, Drosophila has been used for over a century as an efficient and most cost-effective model organisms to perform cutting-edge research [LINK1] [LINK2], as well as to drive affordable training in state-of-the-art research methodologies.
Certainly, the fly is not a mini human, but the high degree of conservation of fundamental biological mechanisms makes work in Drosophila an important basis for translational research (from bench to bedside). Of particular interest to Indonesian researchers is the fact that Drosophila is an important model for research on mosquito olfaction and Plasmodium growth [LINK1] [LINK2], and provides therefore a cost-effective route for research into mosquito-borne diseases. In addition, Drosophila has been used as a model for pesticide resistance and as a model for a wide range of human diseases.

It is important to emphasise that our focus is NOT exclusively on Drosophila, BUT we advocate the use Drosophila as a vehicle to build a stronger community of researchers, of which some might continue to work with fly, others move on to other models, and yet others incorporate the use of fly as a complementary strategy to their ongoing research.

IMMEDIATE GOALS:
Our first aim is to raise awareness and make information about fly research and training more accessible for Indonesian researchers, and to this end we will provide translations and link collections which will gradually become accessible through this website (see other tabs).

Acknowledgements: Fly Indonesia occurs in collaboration with the Manchester Fly Facility as part of their outreach initiative. We received start-up funds from Hasanuddin University, and the Faculty of Biology, Medicine & Health (The University of Manchester).

——————————————————————————————————–

PERNYATAAN MISI

Membangun komunitas ilmuwan biomedis Indonesia yang memanfaatkan organisme model invertebrata genetik Drosophila melanogaster.

RASIONALITAS
Indonesia perlu lebih mengembangkan potensinya di bidang sains dan teknologi [LINK]. Kantor UNESCO di Jakarta mendefinisikan dua tujuan utamanya untuk “mempromosikan pembangunan kapasitas dalam sains dasar untuk pembangunan berkelanjutan melalui kerja sama internasional, jaringan dan pelatihan, yang menekankan interaksi antar disiplin ilmu di bidang ilmu dasar dan terapan” dan untuk “meningkatkan literasi publik akan sains dan teknologi melalui promosi pendidikan sains untuk semua” (UNESCO Jakarta).
Untuk memfasilitasi pengembangan kapasitas dalam ilmu biomedis, “Fly Indonesia” initiative mengikuti contoh dua proyek, “TReND in Africa” and “DrosAfrica“, yang berhasil menggunakan organisme model sederhana, seperti lalat buah Drosophila melanogaster, sebagai wahana yang efisien dan terjangkau untuk memfasilitasi: (1) pelatihan ilmuwan dan pendidik, (2) penyempurnaan kurikulum sains dan (3) kesempatan untuk melakukan penelitian berkualitas tinggi.

MENGAPA MENGGUNAKAN LALAT?
Seperti yang telah dijelaskan secara lebih rinci di tempat lain, Drosophila telah digunakan selama lebih dari satu abad sebagai organisme model yang efisien dan paling hemat biaya untuk melakukan penelitian mutakhir [Tautan1] [Tautan2], serta untuk mendorong pelatihan yang terjangkau menggunakan metodologi penelitian terkini.
Tentu saja, lalat bukanlah manusia mini, namun tingkat konservasi yang tinggi dari mekanisme biologis mendasar membuat riset di Drosophila menjadi dasar penting untuk penelitian translasional (dari lab ke klinik). Yang menarik bagi peneliti Indonesia adalah fakta bahwa Drosophila adalah model penting untuk penelitian tentang indera penciuman nyamuk, pertumbuhan Plasmodium [Tautan1] [Tautan2], dan oleh karenanya menyediakan opsi hemat biaya untuk penelitian terkait penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Selain itu, Drosophila telah digunakan sebagai model untuk mekanisme resistensi pestisida dan sebagai model untuk berbagai penyakit manusia.

Penting untuk ditekankan bahwa fokus kami TIDAK eksklusif pada Drosophila, TETAPI kami menganjurkan penggunaan Drosophila sebagai wahana untuk membangun komunitas peneliti yang lebih kuat, di mana beberapa di antaranya mungkin akan terus bekerja dengan menggunakan lalat, beberapa yang lainnya beralih ke model lain yang tersedia, dan sisanya menggunakan lalat sebagai strategi pelengkap untuk penelitian mereka yang sedang berlangsung.

TUJUAN JANGKA PENDEK:
Tujuan awal kami adalah untuk meningkatkan kesadaran dan berupaya untuk membuat informasi tentang penelitian dan pelatihan Drosophila menjadi lebih mudah diakses oleh peneliti Indonesia, dan untuk tujuan ini kami akan menyediakan terjemahan dan koleksi tautan yang secara bertahap dapat diakses melalui situs web ini (lihat tab lainnya)

Ucapan Terima Kasih: Fly Indonesia bekerja sama dengan Manchester Fly Facility sebagai bagian dari outreach initiative mereka. Kami menerima dana awal dari Universitas Hasanuddin dan Faculty of Biology, Medicine & Health (The University of Manchester).

 

Keterangan:

Gambar yang digunakan sebagai header, diambil dari https://www.usaid.gov/indonesia/science-and-technology

Advertisements